Monday, October 15, 2018

Jadi PNS, memangnya kenapa?



#2019jadiasn, begitulah hashtag yang ramai belakangan ini di beranda media sosial saya. Tidak lain tidak bukan karena pembukaan ribuan lowongan CPNS di seluruh Indonesia yang membuat para pemuda indonesia berbondong bondong cari peruntungan. Bahkan yang gak terlalu minat jadi PNS pun ikut cari peruntungan dengan alasan "kali aja ada rejekinya". Padahal sih kalo menurut  saya yang coba coba gini gak usahlah ikutan, biar ngurangin saingan yang serius ngelamar *maunya*

Namun,  di sisi lain ada sekelompok orang orang yang memandang sinis dengan fenomena para anak muda yang ikutan CPNS. Kayanya aib banget kalo para kaum muda ini menghabiskan sisa hidupnya bekerja jadi abdi negara selama berpuluh tahun.  "Mending jadi enterpreneur bro" ato "milenials harusnya kerja yang lebih kreatif lah."

Saya paham kenapa sebagian orang memandang remeh sama pekerjaan ini. Karena di mata mereka jadi PNS tuh gampang, males malesan tetap dibayar, sering makan gaji buta dan segala stigma negatif lainnya. Jadi kalo denger ada anak muda, fresh graduate bermasa depan cerah memutuskan mendaftar jadi CPNS,  reaksi mereka kayak "whaaaaatttt????" Di mata mereka orang orang ini udah "bunuh diri" dengan kerja di lingkungan birokrasi yang kaku dan gak menyediakan ruang yang cukup buat kreatifitas.

Kalo saya sendiri sih sebenernya gak masalah kalo ada anak muda yang mau jadi PNS. Urusan lingkungan kerja yang kaku, makan gaji buta, gak disiplin itu di lingkungan swasta juga ada. Malah saya menyimpan harapan kalo anak anak muda generasi milenials ini bisa membawa perubahan dalam lingkungan kerja mereka sebagai PNS jadi lebih jaman now, gak kaku kayak generasi pendahulunya. Is it too much too hope?

Lagian mau jadi PNS sekarang susah coy. Baru mau daftar aja udah penuh perjuangan. Kalo ngelamar kerja di swasta tinggal edit edit CV, kirim,done. Gak ada ceritanya "NIK belum terdaftar" ato "koneksi sibuk" sampe mesti begadang biar lancar daftarnya. Tuh,  tahap pendaftaran aja udah harus punya mental pejuang karena ribet, jadi kalo ada yang bilang yang mau ikutan CPNS tuh orang orang bermental pemalas, heyyy.. Dari awal aja udah harus ribet dengan dokumen ini itu, bolak balik ngurus ini itu. Kalo beneran punya mental pemalas pasti udah mundur mau daftar CPNS saking berlika likunya prosesnya.

Buat saya,  mau jadi PNS, pengusaha, pegawai swasta atau apapun kerjaannya,  gak ada yang harus dibanding bandingin kalo kerja ini lebih baik dari itu, selama halal toh? Teruntuk yang sedang berjuang di seleksi CPNS 2018, selamat berjuang ya. Kalo berhasil lolos kerja yang bener ya biar bisa mengubah citra ASN jadi lebih baik.


Tuesday, October 9, 2018

Beli jas pria? Perhatikan hal hal berikut ini.


Buat kaum cowok,  se enggak fashionable apapapun kalian,  pasti ada waktunya dimana harus tampil rapi dan keren. Misalnya pas pergi kondangan ato menghadiri acara wisuda. Dan salah satu item yang bisa secara ajaib mengubah penampilan dari yang "ah biasa aja" jadi "wah, boleh juga" adalah jas. Iya dong,  mau tampilan sebelel sekusut apapun kalo cowok pake jas biasanya jadi auto keren. Dan jas juga salah satu item fashion yang wajib banget dimiliki kaum cowok karena bisa dipake buat kesempatan formal maupun casual.

Memilih jas yang pantes dibadan emang susah susah gampang. Kalo gak sesuai bisa bikin badan keliatan gede. Apalagi buat kaum cowok yang biasanya males ribet, asal muat dibadan ya udah lah. Padahal potongannya gak sesuai sama bentuk badan. Biar kamu gak salah pilih, berikut tips memilih jas yang sesuai bentuk tubuh buat kamu kamu para cowok

1. Untuk tubuh berisi

Buat kamu yang punya tubuh berisi, pilihlah jas yang dibuat dari bahan yang ringan biar gak terlihat "penuh". Kalo bosen pakai jas polos,  bisa pake jas motif,  tapi pilih jas yang bermotif garis lurus untuk membuat ilusi badan terlihat lebih ramping.

2. Untuk tubuh pendek
Sama seperti cowok dengan tubuh berisi,  pilih jas dengan motif garis garis vertikal agar tubuh kamu terlihat lebih panjang,  dan secara gak langsung membuat tubuh terlihat lebih tinggi.

Urusan kancing jaket juga perlu kamu perhatikan. Pakailah jas dengan kancing satu atau maksimal dua. Kancing jas lebih dari dua akan membuat postur tubuh kamu tidak proporsional saat mengancingkan jas.

3. Untuk tubuh kurus dan tinggi

Buat kamu yang punya tipe badan kayak gini, pilihlah jas dengan material yang lebih tebal untuk membuat kesan berisi. Jas dengan kancing yang lebih banyak (3 atau lebih)  juga lebih pantas untuk dikenakan buat yang memiliki tipe tubuh kurus dan tinggi.

Selain menyesuikan dengan bentuk tubuh. Berikut juga beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum kamu membeli jas:

1. Badan jas

Sama kayak pakai kemeja,  kalo kamu kesusahan mengancing kemeja,  berarti jas yang dipakai kekecilan. Jangan sampai jas yang kamu pakai berkerut dimana mana saat dikancing karena itu artinya kamu perlu pake jas dengan ukuran lebih besar.

2. Bahu

Agar jas yang kamu pakai membingkai postur badan dengan sempurna, carilah jas yang bagian lingkar bahunya jatuh tepat di ujung bahu kamu. Kalau terlalu turun akan membuat kamu terlihat memakai jas yang kedodoran.

3. Panjang jas

Sebaiknya pilih jas yang panjangnya jatuh sampai ke bagian tengah bokong. Tidak terlalu diatas atau kebawah. Panjang jas juga sebaiknya menutupi bagian resleting, tapi jangan terlalu panjang.

4. Bahan/material

Jas pria biasanya terbuat dari bahan drill, linen, polyester,dll. Untuk jas harian biasanya bahan semi woll banyak digunakan. Sedangkan untuk keperluan yang lebih formal seperti jas pernikahan atau jas kantor, bahan woll adalah bahan terbaik. Karena itu harga jas pria untuk bahan ini biasanya mahal

Sebagai cowok, mungkin jas adalah item yang jarang masuk kedalam list belanja karena kebanyakan dari cowok mikirnya jas cuma untuk acara formal. Padahal item ini perlu ada di lemari kamu, at least kamu perlu punya satu. Karena jas pasti kepake buat menghadiri acara formal atau semi formal.

Mungkin kamu mikir gak perlu beli jas karena kebanyakan harga jas pria itu mahal mahal. Waaah, kamu keliru. Sekarang sudah banyak jas jas yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Apalagi di toko toko online yang sekarang banyak bertebaran, salah satunya di MatahariMall, dimana harga jas pria bisa kamu sesuaikan sama budget.

Tuh keren kan
Source: MatahariMall


Warna item gak kalah kece
Source : MatahariMall


Formal boleh juga
Source: MatahariMall



Tuh, bagus bagus kan ? yuk ah buat kamu kaum adam yang belum punya koleksi jas, pilih jas favorit kamu di MatahariMall. Gak susah kok nyari jas yang cocok buat kamu selama kamu memperhatikan tips tips di atas.

Selamat berbelanja.

Saturday, September 8, 2018

Review film Train to Busan




Yang pertama terlintas di pikiran kalian pas baca judul artikel ini pasti adalah “Telaaat woy, fillmnya udah dari kapan tau, reviewnya baru sekarang.” Well, sebagai pembelaan, saya bukan orang yang hobi nonton film. Film Pengabdi Setan aja nontonnya baru awal taun ini di Iflix (tengkyu Iflix). So, sebagai orang yang gak doyan film, nonton film yang boomingnya udah dari 2 taun lalu sekarang, sah sah aja kan?

Oke, jadi ceritanya begitu jalan jalan ke Iflix, nemulah film ini di “Rekomendasi”, ya udah karena emang gak nemu yang seru, akhirnya iseng aja nontonnya, dengan zero ekspektasi. Turns out, film ini berhasil bikin saya geregetan dan emosi teraduk aduk. Premisnya sederhana, tentang serangan zombie di sebuah kota, ya samalah kayak di film film zombie lainnya. Tapi di film ini berfokus pada serangan zombie ketika berada di dalam kereta. What would you do if you’re trapped in the train with zombies? Kurang lebih gitulah isi film ini.

Pemeran utama, Seok Woo (diperankan oleh Gong Yoo)  adalah seorang ayah yang super sibuk, dan sudah bercerai dengan istrinya. Di hari ulang tahun si putri tercinta, Soo Ann, sang anak ingin bertemu ibunya di Busan sebagai kado ulang tahun. Awalnya Seok Woo berat hati meluluskan permintaan anaknya. Setelah merengek rengek, akhirnya Seok Woo luluh dan bersedia menemani  Soo Ann untuk berangkat ke Busan menemui sang ibu. Dan dari sinilah mimpi buruk itu bermula.

Selain Seok Woo dan Soo Ann, tokoh lain yang diceritakan dalam film ini ada pasangan suami istri, Sang Hwa dan Sung Gyeong. Ada pasangan kekasih remaja SMA, Young Guk dan Jin Hee. Ada sepasang nenek nenek bersaudara. Seorang gelandangan. Serta  seorang eksekutif paruh baya yang karakternya cukup penting dalam membolak balik emosi penonton. Semua karakter ini saya pikir akan survive, tapi ternyata mereka menemui ajal,  takdirnya masing masing di pertengahan cerita.

Ketegangan di film ini dimulai dari menit 20an. Diawali dari suasana ketika kereta bersiap meninggalkan stasiun, ada seorang perempuan yang tanpa sepengetahuan petugas nyelonong masuk kedalam kereta yang sudah akan berangkat. Dari sinilah bencana itu dimulai. Si perempuan asing yang sudah terinfeksi ini  menggigit salah satu petugas, dan dalam hitungan menit terror menyerang didalam kereta menuju Busan itu. Selanjutnya bisa ditebak, serangan zombie merebak di dalam kereta sampai ke gerbong dimana Soo an dan ayahnya berada.

Setelah menonton film ini,ada beberapa adegan yang berkesan bagi saya dan sayang rasanya kalo gak ditulis. So, inilah beberapa adegan yang saya tulis berdasarkan kategori masing masing.

Kategori : Tersedih


Adegan ini bisa dibilang adegan yang mengiris hati buat saya, dimana Sang Hwa mengorbankan diri demi menyelamatkan istri dan survivor lain yang masih tersisa agar bisa lari ke gerbong lain yang masih steril dari zombie. Ini adegan yang bikin saya sedih karena saya ngarepnya dia bisa jadi partner Seok Woo dalam bertarung dengan zombie zombie itu sampai akhir cerita.

Kategori : Ter unbelieveable



Karakter Sung Gyeong yang diceritakan hamil tapi kuat berlari sungguh unbelieveable buat orang awam kayak saya. Emang sih kadang ada adegan dia meringis kesakitan sambil megang perut pas lari, tapi tetep aja dia bisa lari dengan kecepatan yang hampir sama dengan si tokoh utama. Sungguh kehebatan yang haqiqi. Tapi Gal Gadot aja bisa syuting Wonder Woman yang penuh adegan action dalam keadaah hamil. Jadi kalo hamil bisa lari lari dengan lincah, no problemo lah yaa..

Kategori : Terngeri


Gimana rasanya ngejar kereta sementara di  belakang  ada ratusan zombie haus darah yang juga mengejar ngejar kamu ? Adegan dikejar zombie udah sering banget saya liat di tiap film bertema ini. Tapi baru di film Train to Busan saya merinding sampe perut kram saking ngeri ngeri gemes liat adegan kejar kejaran para survivors dan zombie. Begitu berhasil naik ke kereta,  tuh para zombie masih sempet sempetnya megangin tiang kereta dan ikut terbawa bersama laju kereta. Di sini perut saya (kembali) berasa diaduk aduk nontonnya, gimana kalo mereka berhasil manjat dan ikutan naik ke kereta, habislah.Tapi untungnya dengan kekuatan kaki babang Gong Yoo yang menginjak injak tangan zombie, akhirnya lepas juga. Walopun akhirnya  tetep gak selamat karena surprisingly ada satu lagi zombie nyempil di ruang masinis.



Kategori: Tergeregetan


Si bapak eksekutif paruh baya ini sungguh bikin saya gemes karena karakternya yang egois dan sudah menumbalkan beberapa orang demi menyelamatkan dirinya dari serangan zombie. Bisa dmaklumi sih di saat saat genting kayak gitu pasti mikirin keselamatan diri sendiri, bodo amat sama orang lain. Tapi gemesnya di antara orang orang yang dia tumbalin ini adalah orang orang yang udah nolongin dia, eeh malah air susu dibalas air tuba endingnya. Kzl…

Karakter si bapak ini juga surprisingly bisa bertahan sampai menjelang akhir cerita, walopun akhirnya ya kena gigit juga sih. Tapi gak nyangka aja kirain dia bakal mati di awal awal ato pertengahan film gitu lah, karena di beberapa adegan dia udah di ujung tanduk banget tapi ternyata masih selamat. Sighhh…

Kategori: Tersedih part 2


Warning : Mengandung Spoiler

Kalo di film zombie kebanyakan, si tokoh utama bisa survive. Film zombie Korea beda doongg, tokoh utamanya kena gigit si bapak eksekuitf paruh baya yang sudah terinfeksi virus zombie. Duuh , teriris iris rasanya  nonton adegan pertarungan Seok Woo demi melindungi anaknya dan si bumil. Hikss.  Di akhir cerita digambarkan Seok Woo berubah menjadi zombie dan terjun dari gerbong kereta.

Pada akhirnya, survivor dari serangan zombie di kereta itu cuma 2 orang, Soo An dan Sung Gyeong. Cukup diluar dugaan menurut saya karena saya pikir si tokoh utama pasti selamat, tapi di film ini formula itu tidak berlaku.


So far buat saya film ini sangat layak tonton lah. Di awal awal mungkin terbilang boring, tapi begitu masuk menit 20an sampe selesai, tensi ceritanya terus meningkat. Dan baru kali ini juga saya nonton film zombie dan ikutan frustasi. Mungkin karena di film ini ngelawan zombienya bener bener pake peralatan seadanya, gak pake senjata macam Resident Evil, jadi tegangnya berasa.  Buat kamu yang belum nonton, wajib nonton deh. Saya aja yang gak demen Korea mendadak jadi kesengsem sama kang mas Gong Yoo gara gara film ini.

Nilai
8,5 dari 10


Saturday, August 18, 2018

Pilah pilih jam tangan wanita

]Pilah pilih jam tangan wanita


https://2.bp.blogspot.com/-z9bitpQKlDI/W3DQxSz-UxI/AAAAAAAABn0/dOKEsu-GcNIJhzvu_tZj2eg4UxqAV0q5ACLcBGAs/s320/esprit-es1l019l0055-jam-tangan-wanita-rosegold-white_4606661_1_86434.jpg



Saya termasuk orang yang gak pernah pakai jam tangan. Alasannya sih karena gak nyaman, kayak ada yang ngeganjel kalo naruh tangan di meja. Tapi semenjak di tempat kerja saya gak ada jam dinding, sejak itu juga saya berniat mau punya jam tangan, karena rempong juga kalo harus liat handphone buat ngecek jam.

Urusan nyari jam tangan juga susah susah gampang ternyata. Bukan susah karena gak ada yang cocok, justru karena terlalu banyak pilihan yang lucu lucu akhirnya bingung sendiri milihnya. Kalo saya sendiri sih sukanya tipe jam tangan yang kecil dan elegan.Selain biar gak terlalu eye catching, biar nyaman aja di tangan. Belum lagi urusan nyari tempat jual jam tangan wanita yang punya banyak pilihan dan terjangkau. Oya, sebelum beli jam tangan, ada baiknya ikutin tips ini dulu ya.

1. Sesuaikan dengan style pribadi

Jam tangan termasuk fashion item. Dan yang namanya selera fashion setiap orang pasti gak sama kan ? Saya suka jam tangan jenis klasik sementara yang lain mungkin seleranya sporty. It's okay kok. Gak perlu ikut ikutan beli jam mahal cuma buat gaya gayaan kan padahal gak sesuai sama karakter kita.

2.  Pilih material yang nyaman
Karena pemakaian jam tangan bersinggungan langsung dengan kulit, usahakan cari material yang gak bikin alergi atau gak nyaman di kulit. Tali jam yang terbuat dari stainless steel mungkin bisa memicu dermatitis kontak bagi orang orang yang memiliki riwayat alergi.

3. Pilih jenis kaca

 Salah satu komponen jam tangan yang paling penting yaitu kaca atau lensa jam. Material yang digunakan biasanya Mineral Glass dan Saphire Crystal Replica. Jenis Saphire Crystal tidak mudah tergores tapi kekurangannya adalah, jenis ini lebih mudah retak jika terbentur. Sedangkan jenis Mineral Glass sendiri lebih gampang tergores sehingga membuat permukaan jam berbaret baret. Namun jenis ini juga tidak mudah pecah atau retak jika terjatuh.

Kalo mulai mengalami alergi gara gara pemakaian jam tangan. Bisa atasi dengan menaburkan bedak biang keringat atau bedak bayi.Gunakan juga lotion untuk mencegah kulit iritasi karena gesekan dengan jam tangan

Satu hal lagi yang perlu diingar yaitu tentang perawatan jam tangan. Percuma kan punya jam tangan mahal tapi cepat aus gara gara jarang dirawat. Berikut beberapa cara merawat jam tangan

1. Bersihkan kaca jam dengan kain yang halus
2. Untuk gelang jam tangan yang terbuat dari stainless steel murni, bersihkan dengan alkohol dan sikat dengan sikat kecil/sikat gigi. Untuk jam dengan gelang karet, gunakan air sabun dan sikat. Untuk gelang kanvas, gunakan sabun dan keringkan menggunakan kertas koran.
3. Jangan mengikat jam tangan terlalu kencang untuk menghindari lembab di area tangan
4. Jauhkan jam tangan dari barang barang elektronik, misalnya menaruh di atas kulkas. Karena gelombang elektromagnetik yang dikelurkan oleh benda benda elektronik bisa mempengaruhi keakurasian jam dalam menunjukan waktu.
4. Letakan jam tangan di tempat yang kering, taruh di kotak penyimpanan seusai digunakan dan taruh silica gel agar tidak lembab,

Ngomong ngomong soal beli jam tangan. Tadinya sih mau beli offline aja. Tapi begitu jalan jalan ke MatahariMall, akhirnya mengurungkan niat buat beli jam di mall dan beli online aja. Mumpung di situ banyak jual jam tangan wanita yang cakep cakep. Lumayan gak usah capek capek keliling toko. Nih, beberapa contoh jam tangan yang sesuai selera saya.

https://2.bp.blogspot.com/-h1QRwf_SplU/W3ARpo1Ab0I/AAAAAAAABm8/Q1dWzrduBVgoBhVhkj3pMK-9sIkyJqjfQCLcBGAs/s1600/Capture.PNG


https://1.bp.blogspot.com/-1XMuT0MdsuI/W3AR-SxI5zI/AAAAAAAABnE/aQ1KvfUcqfIYW_i-cLHQjC6ucqtpqFfTwCLcBGAs/s1600/Capture.PNG


https://3.bp.blogspot.com/-U4wL1xcX-18/W3AS-W0jjfI/AAAAAAAABnQ/5dJrJY5VdTszVzzWwg-8XvSRJjkXFUD_ACLcBGAs/s1600/Capture.PNG

Cantik cantik kan ya jam tangannya? iya dong. Kalo kamu juga lagi mau beli jam tangan yang cute dan bingung nyari toko online yang jual jam tangan wanita yang bagus bagus dan terjangkau. Silakan cek MatahariMall aja. Jangan lupa sesuaikan juga jam tangan pilihan kamu dengan kebutuhan dan selera pribadi masing masing.

Selamat berbelanja jam tangan :)

Sunday, August 5, 2018

Cara membuat SKCK di Polres Banjarmasin

cara bikin skck banjarmasin



SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian adalah dokumen penting yang biasanya digunakan sebagai syarat melamar pekerjaan/CPNS, beasiswa, atau yang mau mencalonkan diri sebagai anggota legislatif maupun calon kepala daerah. Di tulisan kali ini, saya akan berbagi pengalaman tentang pembuatan SKCK di Polres Banjarmasin. Setelah sebelumnya dibikin bingung sama syarat syarat bikin SKCK karena ada yang bilang harus pakai surat pengantar dari RT dan yang lain bilang gak usah. Akhirnya beberapa waktu lalu, saya dan seorang teman datang ke Polres Banjarmasin untuk bikin SKCK, tanpa pakai surat pengantar.

Karena ini adalah SKCK perdana saya, maka syarat pembuatannya pun berbeda dengan perpanjangan SKCK. Untuk membuat SKCK baru, syaratnya adalah

1. Pas foto 4x6 sebanyak 7 lembar dengan latar warna merah
2. Fotocopy kartu keluarga
3. fotocopy kartu kelahiran
4. Fotocopy KTP
5. Map warna merah untuk pria dan hijau untuk wanita

Prosedur pembuatan SKCK di Polres Banjarmasin sebenernya gak terlalu susah sih. Pertama, saat datang, kunjungi area pelayanan yang terletak di dekat gerbang masuk buat minta ID visitor. Jangan sampe bolak balik seperti saya kemaren. Karena gak tau, langsung aja datang ke loket permohonan SKCK, eh akhirnya disuruh balik dulu ke loket pelayanan buat minta ID visitor. Jarak loket ini cukup jauh loh. Jadi inget sebelum masuk, minta dulu ID nya dan serahkan KTP. Kalau urusan sudah selesai, kembalikan ID dan kalian bisa ngambil lagi KTP masing masing.

Di loket pelayanan, serahkan dokumen pelengkap yang sudah ditaruh di dalam map. Petugas akan memeriksa sebentar lalu kamu akan diberi sebuah map yang berisi form yang cukup banyak buat kamu isi. Form tersebut berisi pertanyaan tentang identitas pribadi, nama orang tua dan alamat, riwayat pendidikan serta tahun lulus. dan banyaaak pertanyaan lain. Tenang aja, di dinding udah ada contoh pengisian formulirnya kok, in case kamu bingung gimana ngisinya.



Satu lagi form yang penting yaitu kartu TIK. Form ini khusus buat yang baru bikin SKCK. Kalo kamu cuma memperpanjang gak akan dikasih form ini kok. Di dalamnya ada daftar pertanyaan tentang ciri ciri wajah, rambut, bentuk mata, bentuk telinga, bibir, dan cacat fisik (kalau ada). Kemudian tahap yang paling penting yaitu pembuatan rumus sidik jari. Jadi setelah selesai isi form , kumpulkan form di atas meja petugas yang khusus bikin rumus sidik jari. Setelah itu mereka akan manggil nama kita buat bikin cap jari yang akan ditempelin di kolom khusus sidik jari.

Udah selesai? belum. Petugas akan memproses rumus sidik jari yang kita bikin baru setelah itu kita serahkan lagi ke petugas yang memproses pencetakan SKCK kita sekaligus membayar biaya pembuatan sebesar 30 ribu rupiah. Tunggu nama dipanggil, ambil SKCK dan fotocopy sebanyak yang kamu perlukan lalu minta legalisir. Untuk biaya legalisir gratis kok, tapi cuma sebanyak 5 lembar. Kalo lebih dari itu? mungkin kamu bisa tanya petugasnya apakah ada biaya tambahan.

Itulah pengalaman aku bikin SKCK di Polres Banjarmasin. Overall, bikinnya gampang kok selama persyaratannya lengkap, gak ada yang ketinggalan. Petugasnya juga ramah ramah dan cair. Gak usah takut kalo suasananya tegang gara gara kita bikin di kantor polisi, hehe :) Kalo kamu baru pertama kali ke Polres Banjarmasin dan gak tau dimana loket pembuatan SKCK nya, tanya aja sama petugas petugas yang berseliweran di sana. Mereka dengan senang hati akan nunjukin tempatnya.

Oya di Polres Banjarmasin sendiri juga ada tempat fotocopy di bagian belakang juga tempat buat cetak pas foto. Jadi gak perlu takut kalo lupa bawa map ato fotonya gak cukup.

So, sekarang jangan bingung lagi ya gimana caranya bikin SKCK di Polres Banjarmasin. Gampang kok, tempatnya juga nyaman. Kalo kamu mau bikin SKCK Polres, silakan datang aja ke jalan Jend. A. Yani km 3,5 Kebun Bunga, Banjarmasin Timur. Satu hari selesai kok. Tapi kalo mau ditinggal dulu juga bisa. Asalkan sudah rekam sidik jari.





Thursday, July 5, 2018

Tiktok, Bowo, dan Media Sosial


Gambar : Tribunstyle


Halo, udah lama gak nulis blog gara gara keasikan libur lebaran plus males, akhirnya hari ini bisa update lagi. Tapi kalo gak rame rame soal Tiktok sih mungkin saya juga gak nulis, hihi J. Pasti semua udah tau aplikasi Tiktok dong ya? Itu loh yang aplikasi buat bikin video pendek, buat lipsync ditambah efek filter filter lucuk. Sejak beberapa bulan ini Tiktok jadi popular banget sekaligus dibenci karena banyak yang beranggapan aplikasi ini gaje banget dan gudangnya para alay (emang bener sih) Sampai akhirnya karena keluhan masyarakat serta petisi untuk meminta pemerintah memblokir Tiktok, aplikasi ini resmi diblokir pada 3 Juli kemaren, walopun akhirnya ada rencana Pemerintah buat membuka blokir  selama ada filtering untuk konten negatif.

Selain soal konten konten Tiktok, ada sesosok anak remaja yang jadi viral gara gara tiktok dan sesaat setelah keviralannya di dunia maya, Tiktok pun diblokir. Adalah Bowo, seorang anak 13 tahun yang hanya menjalani kehidupan masa pubernya apa adanya. Namun kemudian menjadi bahan bullying semedsos gara gara doyan tiktokan dan bikin meet and greet berbayar. Padahal bukan salah bunda mengandung eh maksudnya bukan salah bowo kalau jumpa fans berbayar itu terjadi. Namun karena segelintir orang (baca : panitia penyelenggara) yang ingin memanfaatkan situasi buat mengeruk duit dari para remaja baru gede yang masih minta duit sama ortu. Akhirnya bowo lah yang kena getah dan jadi bahan hujatan semesta dumay. #pukpukbowo

Saya bisa memahami keprihatinan para netizen soal tiktok ini. Apalagi kebanyakan yang terserang virus tiktok ini adalah para remaja. Bayangkan kalo para pemuda harapan bangsa ini menghabiskan waktu buat tiktokan, bagaimana masa depan bangsa Indonesia ini, hah? (buru buru packing pindah ke Jerman)

Tapi nih ya kalo mau jujur dan adil (Pemilu kalee), semua media sosial itu berpotensi buat bikin para remaja pada khususnya menjadi alay dan terpapar konten negatif. Instagram, facebook, snapchat, twitter, youtube dan segala medsos lainnya itu juga punya potensi buat merusak mental para penggunanya. Konten negatif bisa dengan mudah ditemukan di media sosial tersebut, mulai dari yang berbau pornografi sampe SARA. Lalu kenapa seperti fokus cuma sama tiktok aja?

Kalo masalah merusak mental, again semua medsos pun juga punya kemungkinan buat merusak mental dan pemikiran, TV juga. Di sinilah peran orang tua harusnya bisa membimbing dan mengawasi, bukan malah ikut ikutan tiktokan juga #eehhh. Orang tua mestinya bisa membimbing gimana cara menggunakan media sosial dengan baik dan bertanggung jawab. Boleh instagraman misalnya, tapi cuma follow akun akun yang berfaedah. Bukan selebgram ato lambe turah. Trus yang ngefollow juga hanya boleh lingkungan teman teman sendiri, bukan orang asing. Lalu dalam aspek yang lebih luas, mungkin pemerintah perlu memasukkan literasi digital ke dalam kurikulum sekolah biar anak anak remaja bisa memahami bagaimana seharusnya mereka menggunakan dunia maya untuk kegiatan yang positif, bukan cuma buat eksis.

Balik lagi ke bowo, udahlah anda anda para netizen, leave him alone. Gak perlu dihujat lah karena aslinya gak seganteng di medsos, emangnya situ enggak? (nyeemmm) Gak usah sinis lah karena dia suka ngalay di tiktok. Biarkanlah, dia hanya mengekspresikan kealayannya  dirinya. Kayak judul lagu mbak BCL, Pernah Alay, kita semua juga pernah kayak gitu kan? No?


Monday, June 4, 2018

Yang nyebelin dari blogging


blogger nyebelin


Menulis blog memang aktivitas yang menarik dan menyenangkan. Kalo kamu rajin googling, pasti banyak nemu tulisan tulisan tentang manfaat ngeblog, keuntungan ngeblog, dan artikel semacam itu. Karena udah banyak yang nulis hal hal positif dari ngeblog, saya pengen nulis dari sudut pandang lain. Saya pengen nulis tentang hal hal yang gak ngenakin,yang gak menyenangkan, yang nyebelin  selama menjadi blogger. Well,karena ini berdasarkan pengalaman saya pribadi, jadi gak semua blogger pasti ngalamin ya. Apa aja hal yang nyebelin dari ngeblog? Ini diantaranya.


1. Update

Kewajiban untuk selalu mengupdate blog itu kadang suka bikin saya stress. Sebenernya gak ada yang ngewajibin juga sih, cuma komitmen saya aja agar bisa selalu nulis seenggaknya seminggu sekali. Bagi orang lain mungkin mereka fine fine aja gak nulis artikel baru lebih dari beberapa bulan, sementara saya suka ngerasa bersalah kalo enggak update. Komitmen untuk terus update akhirnya membuat saya kepikiran kalo gak nerbitin artikel baru.  Takut DA/PA turun, takut visitor juga turun, dan segala ketakutan lain. Ujung ujungnya suka stress sendiri, padahal ngeblog harusnya kan dibawa happy aja.

2. Spammers

Yang namanya spam pasti bikin kesel, gak terkecuali spammers di blog. Biasanya mereka muncul di kolom komen, jualan, naruh link sembarangan. Paling males kalo nemu kayak gini, itulah kenapa saya putuskan buat memoderasi kolom komentar. Saya ogah blog saya dijadiin lapak jualan.

Sebagai blogger, kolom komen yang bersih dari spammers itu biasanya bikin pengunjung jadi lebih betah. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya paling gak nyaman ngeliat blog yang "miara" komentar spam, jadi ilfil duluan kalo mau nyumbang komen. Ada beberapa blogger besar yang blognya bagus tapi kolom komennya penuh sama spammers dan dibiarin aja dong. Sayang sih, keliatan banget kalo blognya gak terawat, padahal bagus.

3.Duplikasi

Kalo belum pernah ngalamin artikel blog kamu di duplikasi, bersyukurlah. Ato jangan jangan sebenernya blog kamu juga dicuri tapi gak tau aja? *hayooo* Sama kayak saya yang kalo gak iseng search blog sendiri mungkin gak akan pernah tau kalo konten artikel blog saya di duplikat mentah mentah. Bukan 1-2 tapi semua. Bayangkan gimana mendidihnya saya pas mengetahui hal ini. Rasanya benci, gemes, marah, sedih jadi satu. Nulis itu gak gampang, gak sekali jadi tapi kadang sampe berhari hari. Edit sana sini,nyari gambar, nulis sampe mata pegel gara gara kelamaam melototin layar laptop, eeeh ternyata di copy bulet bulet sama manusia kacrut yang pengen ngeblog tapi males bikin konten.

Kejadian itu sempet bikin saya down dan gak mau nulis lagi. Udah dilaporin ke google tapi gak ada tindakan apa apa. Setelah beberapa minggu baru saya bisa semangat lagi ngeblog dan mulai legowo. Karena ya mau gimana lagi? Pencurian konten itu gak bisa dihindarkan, apalagi di internet yang siapa aja bisa mengakses. Walaupun sebenernya konten blog kita itu dilindungi sama undang undang, tapi banyak yang gak tau dan menganggap bahwa konten di internet itu bebas diambil gitu aja tanpa ngasih kredit atau link ke URL blog pemilik aslinya. Jadinya ya gitu deh, jangan kaget kalo nemu artikel kita nongol di blog orang lain tanpa ngasih link ke blog kita. Siapin mental aja kalo tiba tiba kejadian.

Trus gimana dong mengatasinya? Sebenernya sih mau dilindungi kayak apapun pasti ada aja cara pencuri pencuri itu bisa nyuri. Jadi cara terbaik adalah cuekin aja. Google juga sekarang udah pinter kok untuk deteksi mana konten ori dan bajakan. Jangan lupa untuk selalu watermark gambar di artikel blog dengan situs blog kita. Biar kalo blog kita kena copas, seenggaknya identitas blog kita masih tertinggal di situ.

4. Komentar
Walaupun ngeblog for fun, tapi tetep harus pake etika dong. Yekaaannn? Salah satunya adalah etika dalam berkomentar ke sesama blogger. Etika yang saya junjung dalam berkomentar adalah menghindari komen yang pendek kayak “bermanfaat banget”, “inspiratif”,”keren”, dan segala komentar pendek lainnya. Selain ngebosenin, komentar kayak gitu biasanya keliatan banget gak terlalu nyimak isi artikel atau ngejar target biar dikomen balik.

Dalam hal berkomentar, selain mengomentari tentang artikel bagus atau bermanfaat, saya juga selalu berusaha menyumbangkan opini atau informasi tambahan dari artikel yang ditulis tersebut. Karena itu saya biasanya cuma komen di tulisan yang memang topiknya menarik bagi saya pribadi. That’s why dalam sehari paling bisa diitung jari berapa kali saya blogwalking. Saya gak bisa maksain diri ngomen dan beropini di artikel yang gak menarik buat saya demi buat kejar target blogwalking.
Selain komentar pendek, blogger yang suka naruh link blognya di kolom komen juga bikin saya sebel setengah mati. Ada beberapa blogger yang pernah komen di blog ini dan naruh link hidup. Yang kayak gitu biasanya saya tandai dan gak mau komen lagi di blognya. Jahatkah saya? Hehe, gak papa lah demi keamanan dan kenyamanan pribadi.

Saya seketat ini karena kejadian pahit masa lalu pas saya cek broken link ternyata ada ratusan dan sebagian besar berasal dari link url blog di kolom komentar. Capek banget waktu itu buat ngebersihin link link yang udah jadi mayat. Maklum dulu saya masih bego, gak ngerti yang gini ginian, jadi kalo ada blogger nitip link saya cuek cuek aja. Gak taunya bisa jadi broken link kalo nama blog si pengomen udah tasmiyah. Which is bisa membahayakan kesehatan blog.

Tidak menaruh link blog di komentar adalah etika tidak tertulis buat para blogger. Kecuali nih ya si empunya blog sendiri emang mengizinkan ya enggak papa. Ada kok blogger yang kayak gini, tapi jarang kayaknya. Kebanyakan blogger biasanya tidak menyukai praktek ini.

Itulah 4 hal nyebelin dari ngeblog yang saya rasakan. Tapi itu semua gak ada apa apanya kok dibanding manfaat bejibun yang didapat dari ngeblog. Bagi saya blogging itu seperti pekerjaan. Gak ada pekerjaan yang seratus persen menyenangkan, sekalipun itu di bidang yang kita suka, pasti ada aja yang gak ngenakin. Tapi selama benefitnya lebih banyak, lakukanlah.

Kalo kamu, adakah pengalaman gak menyenangkan selama jadi blogger? Leave comment di bawah ya.