Tuesday, October 18, 2016

Endorse kurang sukses, kenapa gerangan ?



endose ig, tarif endorse, selebgram endorse


Endorse selebgram yang paling terkenal udah. Endorse selebgram yang paling cantik dan followersnya segunung udah juga. Tapi kok penjualannya gak kedongkrak ?

Followers juga cuma nambah dikit. What i did wrong? begitu kan pasti yang di ada di pikiran kamu? Ada beberapa faktor kenapa hal ini bisa terjadi. Dan apa yang aku tulis di sini berdasarkan pengamatan pribadi ya, kalo kamu punya pengalaman berbeda, silakan tambahkan di kolom komen.

Berikut beberapa alasan kenapa endorse kurang berhasil

1.   Salah pilih figur

Bukan cuma mesti sesuai dengan target market dan identitas brand yang pengen dibangun, tapi juga tingkat likeabilitynya. Sosok yang kamu pilih buat endorse udah klop sama target market, semuanya match, tapi image dia gak cocok sama brand kamu, ato si figur ini terkenal in a negative way. Ya secara gak langsung pasti ngaruhlah ke endorsean kamu.

Trus gimana ?

Ya cari figur yang imagenya bagus. Bukan cuma karena terkenal. Figur yang terkenal emang penting banget buat boost endorse kamu.

Tapi

Kalo kamu pengen bisnis kamu gak asal jualan melainkan bisa berkembang sampe punya perusahaan sendiri, bangun brand image kamu mulai sekarang. Carilah figure endorse yang sesuai sama “wajah” brand kamu.
Jangan asal comot, serampangan, no  no no.

2.   Followers dikit

Banyak aku liat olshop yang ngendorse akun yang followersnya masih dibawah 10 ribu. Oke mungkin buat akun personal, angka 10 ribu itu udah banyak. Tapi buat endorse,that’s still not enough. Mau aman ya cari yang followersnya mendekati 100 ribu, at least 50 ribuan deh.kalo followersnya jutaan?, malah lebih bagus, tapi biasanya biaya endorsenya juga jut jutan, hahaha..

Tapi hati hati juga sama akun yang followersnya siih segudang. Jangan jangan bukan followers organik alias beli followers. Kalo kayak gini sih kamu yang rugi. Pastikan kamu ngecek dulu jumlah likes dan komennya apa sebanding sama jumlah followers.

3.   Engagementnya gimana?

Bukan cuma figur yang diendorse, bukan melulu soal followers yang bejibun.  Kamu  mesti perhatiin juga tingkat engagement di akun yang bersangkutan. Misalnya nih, kamu mau endorse hijab. Udah nemu sosok yang tepat buat diendorse. Orangnya cantik, gaya hijabnya juga sesuai sama style brand kamu. Tapi setelah kamu jalan jalan ke akunnya ternyata yang ngomen banyakan cowok cowok caper bin doyan gombal. Setelah kamu cek followersnya, ternyata rata rata kaum adam daripada ukhti ukhti berhijab yang jadi target sasaran kamu.

Pertanyaannya,

Kalo kamu endorse orang ini kira kira ngaruh gak?.
Bisa jadi, tapi mungkin gak sebaik yang kamu ekspektasikan. So, next time kalo mau pilih pilih figur yang cocok buat ngendorse produk kamu, perhatiiin juga tingkat keterikatan followers sama si pemilik akun. Kalo yang punya akun ramah dan sering bales komen berarti engagement ratenya bisa kamu andalkan.

4.  Produk kamu mediocre

Kamu jualan pashmina katun, dan diluar sana ada ratusan penjual yang jual produk yang sama dengan harga boleh diadu, pilihan warna lebih banyak dan reputasinya udah lebih dikenal. So, ketika mereka liat iklan endorsean kamu, mereka mikir “oh, just another pashmina ima”. Mereka udah terlalu sering melihat produk serupa diberanda sosial media mereka. Saking familiarnya jadi biasa aja.

 “lalu gimana solusinya ?”

Ya bukan berarti kamu langsung ganti produk dan ngejual produk yang gak dikenal sama sekali biar gak ada saingan. Kamu cuma perlu puter otak pake strategi lain, tetep jualan produk yang sama tapi punya diferensiasi. Misalnya kalo olshop lain banyak jual pashmina yang polos, kamu spesialisasi jualan  pashmina dengan motif bunga bunga contohnya. Perbedaaan simple itulah yang bakal bikin calon pembeli ngelirik.

5.  Udah jenuh cyiin

Istilah endorse mulai familiar mungkin sekitar 3 - 5 tahunan yang lalu. Dan dalam jangka waktu tersebut juga konsumen dibombardir sama images, produk, dan pilihan yang bertubi tubi. Eksposur yang masif inilah yang bikin konsumen gak terlalu ngeh lagi sama endorse. They are overwhelmed by endorsements here and there. Kalo dulu endorse bisa jadi jaminan mutu buat naikin sales, sekarang yaa banyak  berdoa aja deh. Walaupun bukan berarti endorse sekarang udah gak lagi efektif. Kamu perlu strategi lain buat bikin konsumen notice tentang keberadaan online store kamu, jangan cuma bergantung sama endorse. Misalnya kamu bisa kombinasiin sama paid promote ato bikin toko online di marketplace gratis.

Sekali lagi apa yang kamu baca disini bukan sebuah hal yang absolut ya. Bukan berarti endorse sama yang followersnya dikit pasti gak berhasil misalnya. Noo, selalu ada faktor X yang mempengaruhi kesuksesan endorse kamu. Yang aku tulis disini murni pandangan pribadi berdasarkan analisa dan observasi kecil kecilan. Apalagi kalo kamu punya biaya marketing yang cukup buat endorse. Jangan takut, go for it.

Yuk share di komen pengalaman endorse kamu.



* NO SPAM, PLEASE.
* Jangan komen kalo cuma ngarep kunjungan balik. Jadilah blogger ikhlas :)

EmoticonEmoticon