Tuesday, September 26, 2017

Ketika orang tua ngebully anak





bullying anak



Emang ada gitu orangtua yang ngebully anak? Ada dong pastinya, dan cukup banyak disekitar kita. Misalnya orangtua yang suka jelek jelekin anaknya sendiri didepan orang banyak. "dasar bodoh", "item", "jelek" dan segala macam kata kata yang menyakitkan hati dan telinga. Pasti pernah kan ketemu ortu macam gini? Jadi inget dulu pas masih magang jaman SMK, si ibu bos punya 3 anak . Ada satu anak yang kulitnya paling gelap diantara dua saudaranya yang lain. Setiap si ibu ini marahin anaknya, pasti gak pernah kelewatan bawa bawa warna kulit, Dan kadang ngomongnya didepan orang banyak. I feel sorry for her. Apalagi dia masih anak anak, usia SD. Ya mudah mudahan aja sih gak tumbuh jadi anak yang minderan gara gara warna kulitnya.

Mungkin banyak orangtua yang gak sadar kalo apa yang dia lakukan itu masuk dalam kategori bullying/teasing. Pas masih bocah dibilang gendut mungkin kedengarannya unyu. Tapi kalo kata kata "si gendut " ini terus diperdengungkan sampe dia dewasa sama lingkungan sekitar, apalagi sama ortunya, bisa aja bikin si anak jadi minderan.

Orangtua yang suka banding bandingin anaknya sama anak orang lain itu juga gak kalah kejamnya. Mungkin efeknya gak keliatan secara fisik kayak physical abuse, tapi secara emosi, luka itu nyata.  Apalagi kalo diomongin dihadapan anaknya. "si A ini pinter ya, ranking 1 terus. Coba kalo anak saya, jangan harap deh." *sambil melirik sinis ke sang anak*


Mungkin orangtua beranggapan kalo apa yang mereka lakukan bukan buat ngejek, cuma becandaan doang. Pasti pernah kan ya ngalamin kalo lagi ngumpul keluarga biasanya ada aja anggota keluarga yang jadi korban "candaan." Si A dipanggil si endut karena bodinya. Si B dipanggil si gelap karena warna kulitnya de el el. Mungkin kita ngerasa itu gak papa dan dianya juga keliatan fine fine aja. Tapi kita kan gak tau apa yang dia rasain. Kalo mungkin dia tersinggung, sedih dibecandain. Dan ujung ujungnya jadi males ngumpul ngumpul lagi karena takut jadi sasaran becandaan.

Anak yang dibesarkan dilingkungan keluarga yang suka mengejek pada akhirnya akan tumbuh jadi anak yang juga suka ngejek. Walopun mungkin gak mutlak pasti kayak gitu, tapi kemungkinan besar iya. Dan kebiasaan ini secara gak sadar akan "diwariskan" ke anak anak mereka kelak, dan seterusnya.

So mulailah dari lingkungan sendiri untuk gak ngebiasain teasing ato mengungkit ungkit kekurangan walopun niatnya cuma becanda. Banyak anak anak yang tumbuh besar menjadi pribadi yang insecure bahkan sampai mengarah ke depresi gara gara sering direndahkan oleh lingkungan terdekatnya sendiri, which is keluarga. Padahal keluarga terutama orangtua seharusnya bisa menjadi tempat yang aman dan dipercaya oleh anak sebagai tempat berlindung. Tapi kalau dilingkungan pertemanannya sudah dibully. Lingkungan keluarganya pun sering mencela. Kemana lagi mereka mencari perlindungan dan rasa aman?

* NO SPAM, PLEASE.
* Jangan komen kalo cuma ngarep kunjungan balik. Jadilah blogger ikhlas :)

EmoticonEmoticon