Thursday, March 29, 2018

Lucinta luna dan wajah kaum transgender di televisi


lucinta luna
Gambar : Tribun News


Belakangan ini lagi heboh banget tentang artis dangdut pendatang baru yang isunya seorang transgender. Walaupun bukan isu lagi sih karena udah beredar luas foto dan video jadul dia sebelum operasi  dengan suara yang masih berat. Yang jadi kontroversi adalah, si artis baru ini semacam gak mau ngaku kalo dia dulunya cowok dan inilah yang jadi bulan bulanan akun gossip dan netizen dunia maya. Walaupun sebenarnya bisa dimaklumi sih kalo dia mau jadi seseorang dengan identitas yang baru dan menutup rapat rapat kehidupan dia yang dulu. Tapi kalo terus menghindar dan denial tentang masa lalu pastinya akan jadi bahan bullyan orang orang. Apalagi isu transgender ini  masih termasuk tabu di mata orang Indonesia.

Kalo ngomongin artis transgender. Jauh sebelum topik ini rame dibahas, Indonesia udah punya artis transgender di tahun 80-90an, siapa lagi kalo bukan seorang bunda Dorce Gamalama. Jadi sebenarnya agak bikin saya heran sih kalo orang Indo heboh soal Lucinta luna yang ganti kelamin, wong jauh sebelum generasi milenial kayak kita kita ini lahir, udah ada artis wanita trans yang karirnya cukup disegani di dunia hiburan Indonesia.

Bisa dimaklumi sih kalo isu transgender ini emang berpotensi banget bikin heboh. Apalagi di negara yang menjunjung tinggi adat ketimuran kayak Indonesia, udah pasti banyak yang pro kontra. Jangankan di Indonesia, di Amrik sendiri yang sering disebut sebut sebagai negara bebas, banyak juga yang masih kontra sama kaum trans. Kalo sering maen ke forum forum orang sono, pasti akan nemu orang orang yang gak setuju sama keberadaan kaum transgender dan sering nge bash mereka. Orang orang kayak gini biasanya dijuluki transphobic ato orang orang yang fobia dan punya ketidak sukaan yang amat kuat sama kaum trans.

Kalo ngeliat gimana kaum trans ini diperlakukan di masyarakat sih sebenarnya kasian juga. Banyak yang dibully, dipinggirkan, gak dianggap manusia, dan kadang diperlakukan gak manusiawi. Saya tau kalo transgender itu dilarang dalam agama dan saya juga gak support perilaku seperti ini. Tapi agama kan juga mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan menghormati sesama manusia? Saya miris kalo ngeliat komen komen para warganet soal kaum transgender ini, mulai dari meledek sampai terang terangan menghina dan melecehkan. Mungkin susah bagi mereka untuk memahami kenapa ada orang yang mau sakit sakitan menjalani operasi ganti kelamin dan berganti identitas dari pria ke wanita dan sebaliknya. Saya sendiri sebenarnya juga gak terlalu paham, justru karena gak paham itulah  lebih baik diam dan tahan diri untuk berkomentar menyakitkan, karena kita gak pernah tau struggle dan kesusahan yang mereka alami seperti apa.

Di satu sisi, bagaimana masyarakat melihat kaum trans ini juga salah satunya dibentuk dari televisi. Televisi sering memakai  kaum waria sebagai objek lucu lucuan, sasaran olok olok. It belongs to acara komedi dan acara alay daripada acara acara yang lebih serius. Acara acara itu turut membentuk persepsi masyarakat tentang kaum waria dan trans, mereka dipandang sebagai bahan tertawaan dan objek cemoohan daripada dilihat sebagai manusia yang memiliki kemampuan dan kecerdasan.

Di sisi lain, kaum waria atau trans sendiri juga sebaiknya menjaga perilaku di masyarakat agar bisa lebih di hormati. Saya tidak memungkiri kalo di sekitar saya banyak menemukan waria waria yang berperilaku genit,berpakaian  seronok, dan mengumbar kata kata yang tidak pantas sehingga masyarakat jadi memandang sinis. Jarang sekali saya liat kaum waria yang berpenampilan biasa biasa aja dan bertingkah laku sewajarnya. Seandainya mereka memperbaiki sikap dan berperilaku lebih elegan, saya yakin mereka bisa mendapat respek dari masyarakat.

Misalnya seperti Solena Chaniago, transgender yang pernah diwawancara di Hitam Putih Trans 7 dan dari situ juga saya mulai tau tentang dia. Dari menonton tayangan wawancara itu saya bisa melihat kalau dia smart dan berkelas, jauh dari penggambaran kaum trans dan waria di TV Indonesia yang kebanyakan dianggap tidak serius dan jadi objek haha hihi. Seandainya artis artis wanita trans  dan artis berperan “melambai” di TV itu bisa berperilaku cerdas dan elegan seperti Solena, saya yakin bisa mengubah “wajah” kaum trans dan waria di televisi menjadi lebih terhormat.


                              

Pada akhirnya, sebagai manusia, walaupun tidak setuju dengan transgender, bukan berarti kita tidak perlu menghargai mereka sebagai manusia. Mungkin kita menganggap mereka penuh dosa, tapi mencaci dan menghina mereka juga perbuatan tercela dan hina kan? Begitu juga kepada kaum trans dan waria, mengubah persepsi masyarakat tentang image kalian memang sulit. Tidak perlu memaksa untuk diterima karena ada norma norma sosial dan agama yang masih dipegang teguh oleh masyarakat. 

1 komentar so far

Hehehehehehehehe. Saya pernah suatu saat berkunjung ke salah satu akun instagram salah satu dari dua merek ayng sedang berseteru. Wah, mantap sekali komen2 yang muncul.

Saya sih mikir, kok bisa ya mereka...................eung. Astaghfirullah, maksudnya jaman sekarang haruss pintar memilah sesuatu yang mendatangkan ilmu, bukan gosip. Yah meski gabisa lepas sepenuhnya.

Ini meluap-luap ke publik kan juga berarti ada ranah publik yang ketika disodori, mereka bersorak.

* NO SPAM, PLEASE.
* Jangan komen kalo cuma ngarep kunjungan balik. Jadilah blogger ikhlas :)

EmoticonEmoticon