Saturday, September 8, 2018

Review film Train to Busan




Yang pertama terlintas di pikiran kalian pas baca judul artikel ini pasti adalah “Telaaat woy, fillmnya udah dari kapan tau, reviewnya baru sekarang.” Well, sebagai pembelaan, saya bukan orang yang hobi nonton film. Film Pengabdi Setan aja nontonnya baru awal taun ini di Iflix (tengkyu Iflix). So, sebagai orang yang gak doyan film, nonton film yang boomingnya udah dari 2 taun lalu sekarang, sah sah aja kan?

Oke, jadi ceritanya begitu jalan jalan ke Iflix, nemulah film ini di “Rekomendasi”, ya udah karena emang gak nemu yang seru, akhirnya iseng aja nontonnya, dengan zero ekspektasi. Turns out, film ini berhasil bikin saya geregetan dan emosi teraduk aduk. Premisnya sederhana, tentang serangan zombie di sebuah kota, ya samalah kayak di film film zombie lainnya. Tapi di film ini berfokus pada serangan zombie ketika berada di dalam kereta. What would you do if you’re trapped in the train with zombies? Kurang lebih gitulah isi film ini.

Pemeran utama, Seok Woo (diperankan oleh Gong Yoo)  adalah seorang ayah yang super sibuk, dan sudah bercerai dengan istrinya. Di hari ulang tahun si putri tercinta, Soo Ann, sang anak ingin bertemu ibunya di Busan sebagai kado ulang tahun. Awalnya Seok Woo berat hati meluluskan permintaan anaknya. Setelah merengek rengek, akhirnya Seok Woo luluh dan bersedia menemani  Soo Ann untuk berangkat ke Busan menemui sang ibu. Dan dari sinilah mimpi buruk itu bermula.

Selain Seok Woo dan Soo Ann, tokoh lain yang diceritakan dalam film ini ada pasangan suami istri, Sang Hwa dan Sung Gyeong. Ada pasangan kekasih remaja SMA, Young Guk dan Jin Hee. Ada sepasang nenek nenek bersaudara. Seorang gelandangan. Serta  seorang eksekutif paruh baya yang karakternya cukup penting dalam membolak balik emosi penonton. Semua karakter ini saya pikir akan survive, tapi ternyata mereka menemui ajal,  takdirnya masing masing di pertengahan cerita.

Ketegangan di film ini dimulai dari menit 20an. Diawali dari suasana ketika kereta bersiap meninggalkan stasiun, ada seorang perempuan yang tanpa sepengetahuan petugas nyelonong masuk kedalam kereta yang sudah akan berangkat. Dari sinilah bencana itu dimulai. Si perempuan asing yang sudah terinfeksi ini  menggigit salah satu petugas, dan dalam hitungan menit terror menyerang didalam kereta menuju Busan itu. Selanjutnya bisa ditebak, serangan zombie merebak di dalam kereta sampai ke gerbong dimana Soo an dan ayahnya berada.

Setelah menonton film ini,ada beberapa adegan yang berkesan bagi saya dan sayang rasanya kalo gak ditulis. So, inilah beberapa adegan yang saya tulis berdasarkan kategori masing masing.

Kategori : Tersedih


Adegan ini bisa dibilang adegan yang mengiris hati buat saya, dimana Sang Hwa mengorbankan diri demi menyelamatkan istri dan survivor lain yang masih tersisa agar bisa lari ke gerbong lain yang masih steril dari zombie. Ini adegan yang bikin saya sedih karena saya ngarepnya dia bisa jadi partner Seok Woo dalam bertarung dengan zombie zombie itu sampai akhir cerita.

Kategori : Ter unbelieveable



Karakter Sung Gyeong yang diceritakan hamil tapi kuat berlari sungguh unbelieveable buat orang awam kayak saya. Emang sih kadang ada adegan dia meringis kesakitan sambil megang perut pas lari, tapi tetep aja dia bisa lari dengan kecepatan yang hampir sama dengan si tokoh utama. Sungguh kehebatan yang haqiqi. Tapi Gal Gadot aja bisa syuting Wonder Woman yang penuh adegan action dalam keadaah hamil. Jadi kalo hamil bisa lari lari dengan lincah, no problemo lah yaa..

Kategori : Terngeri


Gimana rasanya ngejar kereta sementara di  belakang  ada ratusan zombie haus darah yang juga mengejar ngejar kamu ? Adegan dikejar zombie udah sering banget saya liat di tiap film bertema ini. Tapi baru di film Train to Busan saya merinding sampe perut kram saking ngeri ngeri gemes liat adegan kejar kejaran para survivors dan zombie. Begitu berhasil naik ke kereta,  tuh para zombie masih sempet sempetnya megangin tiang kereta dan ikut terbawa bersama laju kereta. Di sini perut saya (kembali) berasa diaduk aduk nontonnya, gimana kalo mereka berhasil manjat dan ikutan naik ke kereta, habislah.Tapi untungnya dengan kekuatan kaki babang Gong Yoo yang menginjak injak tangan zombie, akhirnya lepas juga. Walopun akhirnya  tetep gak selamat karena surprisingly ada satu lagi zombie nyempil di ruang masinis.



Kategori: Tergeregetan


Si bapak eksekutif paruh baya ini sungguh bikin saya gemes karena karakternya yang egois dan sudah menumbalkan beberapa orang demi menyelamatkan dirinya dari serangan zombie. Bisa dmaklumi sih di saat saat genting kayak gitu pasti mikirin keselamatan diri sendiri, bodo amat sama orang lain. Tapi gemesnya di antara orang orang yang dia tumbalin ini adalah orang orang yang udah nolongin dia, eeh malah air susu dibalas air tuba endingnya. Kzl…

Karakter si bapak ini juga surprisingly bisa bertahan sampai menjelang akhir cerita, walopun akhirnya ya kena gigit juga sih. Tapi gak nyangka aja kirain dia bakal mati di awal awal ato pertengahan film gitu lah, karena di beberapa adegan dia udah di ujung tanduk banget tapi ternyata masih selamat. Sighhh…

Kategori: Tersedih part 2


Warning : Mengandung Spoiler

Kalo di film zombie kebanyakan, si tokoh utama bisa survive. Film zombie Korea beda doongg, tokoh utamanya kena gigit si bapak eksekuitf paruh baya yang sudah terinfeksi virus zombie. Duuh , teriris iris rasanya  nonton adegan pertarungan Seok Woo demi melindungi anaknya dan si bumil. Hikss.  Di akhir cerita digambarkan Seok Woo berubah menjadi zombie dan terjun dari gerbong kereta.

Pada akhirnya, survivor dari serangan zombie di kereta itu cuma 2 orang, Soo An dan Sung Gyeong. Cukup diluar dugaan menurut saya karena saya pikir si tokoh utama pasti selamat, tapi di film ini formula itu tidak berlaku.


So far buat saya film ini sangat layak tonton lah. Di awal awal mungkin terbilang boring, tapi begitu masuk menit 20an sampe selesai, tensi ceritanya terus meningkat. Dan baru kali ini juga saya nonton film zombie dan ikutan frustasi. Mungkin karena di film ini ngelawan zombienya bener bener pake peralatan seadanya, gak pake senjata macam Resident Evil, jadi tegangnya berasa.  Buat kamu yang belum nonton, wajib nonton deh. Saya aja yang gak demen Korea mendadak jadi kesengsem sama kang mas Gong Yoo gara gara film ini.

Nilai
8,5 dari 10


This Is The Newest Post

* NO SPAM, PLEASE.
* Jangan komen kalo cuma ngarep kunjungan balik. Jadilah blogger ikhlas :)

EmoticonEmoticon